LOADING

Type to search

Gerakan Spiral Literasi Rumpaka Percisa #1

Vudu Abdul Rahman 12 bulan ago
Share

Sebelum benar-benar mendirikan sebuah komunitas Pers Cilik Cisalak (Percisa), saya telah menerbitkan sebuah buku elektronik kumpulan puisi anak-anak SDN. Siluman, tempat saya ditugaskan mengajar pada tahun 2009. Buku elektronik “Akar yang Merambat” diterbitkan daring oleh Evolitera. Percobaan tersebut merupakan salah satu penyelamatan karya tulis anak-anak yang terintegrasi dalam pembelajaran di kelas.

Setelah dialihtugaskan ke SDN. Perumnas Cisalak, saya berinisiatif mendirikan Komunitas Pers Cilik Cisalak sebagai ruang alternatif pendidikan bagi anak-anak, 12 Juni 2010.  Diresmikan di ruang kelas lima dengan mengundang Kang Duddy RS (Pimred Harian Umum Kabar Priangan) dan AD Rusmianto, seorang kawan yang memiliki kegemaran menulis puisi. Di awal pendiriannya memang lebih banyak memberi ruang anak-anak yang sekolah di SDN. Perumnas Cisalak. Seiring perjalanan eksistensinya, komunitas literasi anak ini lambat laun berkembang menjadi multiruang.

Pers Cilik Cisalak yang sering disebut Percisa Kids berada di antara sekolah dengan masyarakat yang bermarkas di sebuah kelas atau meminjam rumah-rumah warga sebagai pusat kegiatannya. Pada awal pendirian komunitas ini, lingkungan sekolah belum memberi keleluasaan dalam pengembangannya. Begitu pula pihak orang tua yang tidak sedikit memandang sinis terhadap kegiatan-kegiatannya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa kegiatannya hanya membuang waktu belajar. Padahal,  kesadaran  baca-tulis anak sangat merupakan gerbang ilmu pengetahuan. Tentu saja budaya tersebut sangat ditentukan lingkungan rumahnya. Jika para orang tua menganggap remeh kegiatan membaca untuk anak-anaknya, maka inilah kiamat sugro pendidikan sebenarnya.

Angkatan Pertama (2010 – 2011)

Selain membuat karya tulis yang kemudian dipajang pada majalah dinding sekolah, anak-anak diikutsertakan dalam kegiatan Pesantren Media yang diselenggarakan Komunitas Baju Kopral (Barudak Jurnalis Koran Priangan Lho). Mereka difasilitasi untuk menggunakan internet secara sehat dan produktif, belajar menulis puisi dan cerpen, membuat video diary, dan mengirimkan karya ke berbagai media daring dan cetak. 

Angkatan pertama ini sering diajak wisata literasi dengan menghadiri berbagai acara bedah buku, pelatihan jurnalis cilik, dibiasakan berkarya tulis, dan menghadiri berbagai peluncuran buku.

Mereka dibiaskan meliput berbagai kegiatan yang dilaporkan dalam bentuk gambar, tulisan, dan foto. Hasil peliputan dimuat pada majalah dinding yang diterbitkan setiap seminggu sekali. Arsip-arsip yang dimuat pada majalah dinding ditulis kembali pada komputer atau laptop untuk dijadikan bahan buku.

Setelah terbiasa memuat tulisannya sendiri, mereka diberi kesempatan mengirimkan karyanya ke media cetak lokal, seperti pada Rubrik Sabasakola Harian Umum Kabar Priangan atau Rubrik Budaya Harian Pagi Radar Tasikmalaya.

Buku pertama mereka berjudul, “Untuk Guru, Sahabat, dan Alamku” diterbitkan Leutikaprio Yogyakarta, 2011. Peluncuran buku diselenggarakan pada acara April Move yang diadakan Komunitas Film Tasikmalaya di Gedung Putih Pendopo Tasikmalaya.

Anak-anak perintis ini disiapkan sebagai motivator, inspirator, dan generator untuk angkatan-angkatan berikutnya. Hal ini bertujuan agar angkatan-angkatan baru termotivasi dan bersemangat dalam membuat berbagai karya tulis.

Angkatan Kedua (2011 – 2012)

Setelah angkatan perintis dibiasakan berkarya tulis, mereka menjadi mentor dalam menyemangati anak-anak angkatan kedua. Angkatan perintis diberdayakan agar kemampuan berkarya tulisnya memotivasi angkatan kedua. Dengan demikian, setiap angkatan tidak terputus dalam membudayakan berkarya tulis.

Untuk angkatan kedua tidak terlalu jauh berbeda dengan angkatan perintis, mereka diberi pengalaman workshop sederhana tentang jurnalistik,  diikutsertakan dalam kegiatan pengenalan berbagai media, dan menghadiri berbagai peluncuran buku dalam memperingati hari-hari besar.

Pada angkatan kedua, mereka diberi kesempatan dalam pemuatan karya tulis ke media interlokal, seperti Bali dan Yogyakarta. Hal ini bertujuan untuk melecut kemampuan mereka dalam berkarya tulis agar diapresiasi orang-orang di luar daerah Tasikmalaya, Jawa Barat.

Mereka juga dibiasakan untuk membuat lirik lagu yang disiapkan sebagai Mars Percisa Kids untuk penyemangat dalam setiap kegiatanPengembangan setiap angkatan dilihat sesuai dengan dominasi minat dan bakat anak-anaknya.

Angkatan Ketiga (2012 – 2013)

Ada empat kategori minat dan bakat anak-anak angkatan ketiga; akademik, musik, menulis dan drama. Oleh sebab itu, angkatan ini cukup istimewa dalam pengasahan minat dan bakatnya. Bidang akademik mereka dioptimalkan di sekolah, sedangkan musikalitas, menulis dan drama diasah Komunitas Percisa Kids sebagai ruang alternatif.

Musikalitas angkatan ketiga cukup baik, sehingga ruang mereka dalam mengasah kemampuan bermusik dimatangkan dengan diberi kesempatan membuat lirik lagu dan musiknya. Akan tetapi, belum sempat melahirkan album lagu pada angkatan ketiga ini.

Karya yang mampu dilahirkan angkatan ketiga adalah film pendek berjudul, “Karena Permen” yang diikutsertakan dalam International Youth Day yang difasilitasi Kampung Halaman – Yogyakarta setiap tanggal 12 Agustus. Buku antologi cerpen, “Life To Share” diterbitkan ALF Foundation, 2012. Buku antologi “GKR Hemas dalam Bianglala pelajar Indonesia” diterbitkan Kompas Yogyakarta, 2012. Beberapa tulisan angkatan ketiga juga terdapat pada media cetak lokal dan interlokal.

Angkatan Keempat (2013 – 2014)

Angkatan keempat lebih cenderung membuat film pendek yaitu “Berawal dari Gang Buntu” diikutsertakan dalam International Youth Day yang difasilitasi Kampung Halaman Yogyakarta. Sedangkan film panjang yang diproduksi UPI Kampus Tasikmalaya berjudul “Sakola Rakjat”, sempat diputar di Universitas Pendidikan Malaysia.

Berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat Puitika di Argasari Kota Tasikmalaya, Tour Tasikmalaya Selatan dengan tema, “Botram di Sawah”. Mengadakan penghijauan di gang buntu di salah satu gang Perumnas Cisalak. Penanaman biji tomat, cabai, dan pepaya yang benihnya ditanam di sekitar gang buntu Perumnas Cisalak. Mereka juga pernah melaksanakan penyebaran benih ikan mujair di sekitar selokan yang melintasi daerah Perumnas Cisalak.

*) bagian #2 klik di sini

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love

1 Comments

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…