LOADING

Type to search

Penghilang Kegaduhan Anak

Cesilia Prawening 4 bulan ago
Share

 

Pembelajaran ba’da maghrib di Wadas Kelir akan di mulai lagi setelah 2 hari diliburkan.

Senin lalu, pukul 18.30 sudah mulai berdatangan satu per satu anak-anak yang siap untuk belajar bersama-sama. Anak-anak kelas PAUD sampai 1 Sekolah Dasar yang akan belajar terlebih dahulu. Awal-awalnya masih terasa kesunyian dan ketenangan, karena mereka belum terpancing untuk melakukan persekongkolan untuk bertriak-triak dan menjadi sangat ramai.

Ya, mereka adalah anak-anak yang sangat cerdas, aktif, dan hebat. Suasana tidak akan pernah sunyi dan senyap dengan kehadiran mereka-mereka ini. Semua perasaan akan tercurah dalam setiap harinya. Ada yang akan tertawa lepas, ada yang menjadi bertengkar walaupun hanya sebentar dan akan kembali akur lagi, ada yang akan menangis karena kejailan temannya sendiri, ada yang sangat cuek dan tidak peduli, dan masih banyak lainnya manjadi nano-nano.

Anak satu akan memancing anak lainnya untuk melakukan hal-hal menggelikan jika sedang di bayangkan.  Jika ada anak satu yang berteriak, maka anak lain akan berteriak juga. Di sini lah yang terkadang membuat kewalahan karena mereka akan berteriak keras dan tidak mendengarkan nasihat. Dan ini terjadi pada malam lalu, kami belajar di ruang tertutup rapat, saat kami sedang bergerombol mengerjakan tugas membentuk lingkaran dengan keadaan sunyi, tiba-tiba satu anak berlari dan langsung mematikan langsung. Dengan serentak anak-anak berteriak sangat kencang dan memengingkan telinga, mereka berteriak bersusulan. Saya rasa dengan menghidupkan lampu tadi, mereka akan kembali kondusif. Tidak. Tidak seperti yang saya duga, suasana malah menjadi pecah, teriakan mereka memang telah usai namun mereka menjadi bertengkar satu sama lain dengan berbicara sambil berteriak.

Keadaan bingung menimpa saya. Bagaimana mereka mau mendengarkan perkataan saya, ini karena suara mereka lebih lantang dari suara saya. Dan tiba-tiba terlintas di pikiran sayasebuah buku di dalam tas saya. Saya langsung mengambil buku dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk di tunjukkan kepada mereka dan mengajak untuk mendengarkan cerita. Kebetulan sekali buku tersebut masih baru. Semoga ini berhasil.

Tidak semua anak memalingkan pandangan mereka kearah saya. Saya melantangkan suara untuk mengajak mereka bercerita.

Halaman pertama mulai saya buka, hanya dua dari enam anak yang tertarik langsung untuk mau duduk dan mendengarkan cerita, selanjutnya saya bacakan lagi pada halaman kedua, bertambah satu anak untuk duduk mendengarkan, dan pada halaman ketiga sontak mereka mau mendengarkan dengan sangat khusyu’ dan focus sekali sampai halaman buku yang terakhir.

Di sinilah keajaiban buku. Buku telah menyatu dengan diri mereka. Obat mujarab penghilang kegaduhan. Buku.

Cesilia Prawening, Relawan Pustaka Wadas Kelir, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Purwokerto

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love
Next Article

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…