LOADING

Type to search

Opini

Buku, Memaknai Arti Pertanyaan Masa Lalu

Share

Tentang sebuat masa lalu yang tiba-tiba menjadi potret sehari-hari di sini, wadas kelir.
Ini cerita hari ini. Bersama anak-anak dan kenangan masa kecil yang tiba-tiba menginngatkan saya ketika saya masih seperti mereka, anak-anak. Suka bermain, berteriak, kejar-kejaran, dan ingin selalu menjadi pemenang saat permainan.
Sore ini, tiba-tiba saya dikejutkan dengan suasana sekolah literasi yang membuat hati saya tiba-tiba seketika merasa dingin. Bukan karena terkena es. Ini lebih dari sekadar itu. Ini karena saya tiba-tiba seperti melihat saya 17 tahun yang lalu.
Sebuah masa di mana bermain menjadi ajang yang paling dinanti setiap hari.
Ini soal bermain. Dulu, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya mengapa bermain menjadi salah satu diantara hal-hal yang disuka anak-anak. Ya, itu dulu sebelum saya mengenal lebih jauh tentang buku, tentang membaca dan tentang ilmu yang bersarang di dalam sebuah buku.
Sampai saya tiba-tiba menemukan sebuah arti dari yang dulu tida pernah saya pikirkan sebelumnya. Semua buku yang membuka pikiran saya, menambah pemahaman saya tentang sebuah pertanyaan bodoh yang tiba-tiba datang sendiri bersamaan saat saya membaca sebuah buku KEAJAIBAN MENDONGENG.
Satu kutipan yang menjawab pertanyaan tiba-tiba dan jawaban yang tiba-tiba juga. Yaitu Bahwa DUNIA ANAK ADALAH BERMAIN. Sebuah kutipan yang menyadarkan saya mengapa anak-anak suka bermain.
Karena itulah anak tidak pernah terlepas dari yang namanya bermain. Berlari, berteriak, tertawa, semua dilakukan dengan sangat sadar dan sangat membahagiakan. Banyak yang tidak dimengerti orang dewasa tentang apa yang dilakukan anak-anak ketika bermain itu adalah bagaimana abak sedang mengenal proses belajar.
Proses belajar dengan alam, lingkungan dan diri. Saat itulah anak sebuah proses pentransferan ilmu pengetahuan ke otak berlangsung tanpa ana sadari.
Sebuah pemaknaan arti akan diperoleh dari pengamatan dan ketidak sengajaan yang disengaja. Sebuah pertanyaan yang tiba-tiba menemukan rumahnya, yang  rumahnya adalah asal muasal sebuah pertanyaan tercipta. Buku.

Semoga menginspirasi, salam literasi.

Next Article

Leave a Comment