LOADING

Type to search

BERTAHAN DAN BERINOVASI: Catatan Awal 2018

Share

Kami punya mimpi. Mimpi gila untuk menjadikan Rumah Kreatif Wadas Kelir sebagai pusat pendidikan masyarakat yang mampu menciptakan generasi handal melalui bidang pendidikan. Generasi yang kami impikan kelak menjadi pemimpin bangsa ini. Generasi yang mampu memimpin bangsa ini yang labih baik lagi. Generasi yang mampu mambuat kita bangga berbangsa Indonesia karena bangsa kita adalah yang terbaik.

Mimpi yang entah kapan bisa diwujudkan. Tapi, keyakinan kami harus selalu ada. Dan untuk mewujudkan mimpi itu kami harus bergerak. Bersinergi dengan relawan, remaja, anak-anak dan masyarakat untuk mengadakan berbagai kegiatan yang mendidik. Kegiatan yang bisa membekali banyak pengalaman pendidikan penting untuk jadi pondasi manusia cerdas yang berkarakter.

Dalam melakukan banyak kegiatan itu, berbagai hambatan selalu datang. Menjelma menjadi monster menakutkan yang sering menciutkan nyali kami. Kami mendadak merasa harus menghentikan apa yang sudah kami lakukan. Tidak meneruskannya lagi sebab merasa sia-sia dan tidak ada gunanya. Rasanya ingin menyerah saja dan lari dari kenyataan yang sudah kami ciptakan sendiri.

Namun, dalam keadaan putus asa ini, kami selalu ingat kata yang menjadi filosofi kami: bertahan. Kami telah lima tahun bergerak melalui Rumah Kreatif Wadas Kelir. Usia lima tahun ini mengajarkan satu hal penting: lebih banyak kegagalan yang kami dapat daripada keberhasilan. Untuk itulah, bertahan menjadi benteng pertahanan paling akhir kami. Tanpa bertahan maka kami punah.

Kami gambarkan: awal mendirikan Bimbingan Belajar (Bimbel) Wadas Kelir untuk anak-anak dan remaja dengan harga infak sukarela, awal berdirinya kami langsung diserbu seratusan anak-anak. Setelah beberapa bulan, kami dilanda isu bahwa Bimbel di Wadas Kelir nilainya akan turun, jadi tidak mungkin dapat rangking di kelas. Hasilnya seratus anak dan remaja menghilang. Yang tersisa tinggal sepuluh.

Menyikapi kenyataan ini, saya langsung katakan pada Tim Bimbel untuk bertahan. Jangan ditutup. Sebab pasti akan ada jalan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Dan setelah bertahan denga terus bergerak, kami membuat inovasi kecil yang menakjubkan. Dimulai dengan mengadakan rapat dengan orang tua, mengajak outing class, mengenalkan belajar bahasa Inggris, program literasi, dan belajar dengan metode yang menarik, membuat semuanya berubah.

Perlahan-lahan kepercayaan masyarakat datang lagi. Satu per satu orang tua datang dan mengamanatkan anak-anak dan remaja untuk belajar di Bimbel Wadas Kelir. Sampai jumlah anak-remaja yang bimbel mencapai tiga puluh anak dalam keadaan yang stabil. Kemudian pelahan-lahan bergerak.

Dan setiap ada persoalan yang membuat kegiatan menurun kami selalu bertahan. Dalam bertahan kami melakukan inovasi. Dengan konsep bertahan dan berinovasi inilah Rumah Kreatif Wadas Kelir masih hidup dan bergerak.

Semua persoalan kami selesaikan dengan cara demikian. Tidak hanya soal kegiatan, tetapi keuangan, sarana dan prasarana, pengelolaan sumber daya manusia, dan sebagainya kami kelola dengan prinsip bertahan dan berinovasi. Dengan dua pondasi ini, perlahan-lahan kami tumbuh menjadi orang-orang yang kuat dan kreatif. Kuat dalam bertahan dan kreatif dalam berinovasi memecahkan berbagai masalah.

Hasilnya, konsep bertahan dan berinovasi ini tidak hanya membentuk Rumah Kreatif Wadas Kelir kokoh, tetapi memperkuat kekuatan kami sebagai manusia yang harus siap diserang oleh berbagai persoalan. Dalam keadaan demikian, kami pun harus bertahan dengan perasaan campur aduk tak menentu.

Namun, dalam keadaan demikian, kami tidak boleh baper (terbawa perasaan) sehingga tidak rasional. Kami harus memecahkan persoalan itu dengan berpikir keras dan kreatif. Sampai kami menemukan formula kreatif untuk mengatasi persoalan itu. Saat formula ditemukan setengah kebahagiaan kami lahir. Kami merasa menjadi orang beruntung bisa menemukan ide-gagasan dengan cara yang payah. Dan kebahagiaan berlipat saat formula gagasan kami tepat dapat mengatasi persoalan itu.

Dari sinilah, Rumah Kreatif Wadas Kelir membentuk kami menjadi orang-orang yang memiliki daya bertahan yang baik dan daya berinovasi yang terlatih. Hasilnya berbagai label kami sebagai orang kreatif kami dapat. Orang kreatif yang lahir di Rumah Kreatif Wadas Kelir yang makanan sehari-harinya persoalan dan minuman sehatnya ide-gagasan yang kreatif.

Semoga menginspirasi untuk selalu bertahan dan berinovasi dalam segala hal untuk menempa lembaga dan diri kita menjadi mempesona.

HERU KURNIAWAN

Founder Rumah Kreatif Wadas Kelir

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments
Spread the love

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…