LOADING

Type to search

Di Balik Mimpi

Share

 

Banyak orang berjuta mimpi berterbangan. Mencatat dalam lembaran baru. Mengkhayal capaian ada pada genggaman. Seperti mabok cinta tak ingat pada dirinya.

Awal tahun orang-orang suka mencatat ribuan kata mimpinya pada diary. Tahun ini saya harus lulus, tahun ini saya harus dapat kerjaan, tahun ini saya harus bisa menyelesaikan masalah. Namun tiba-tiba sudah berganti tahun. Catatan masih belum dicentang. Mimpinya masih belum tercapai. Menyesal tak bisa dihindarkan. Baru kita dapat bicara “kenapa dulu saya tidak belajar? Kenapa dulu saya tidak bekerja? Kenapa dulu saya main terus?.

Tak ada salah ketika kita mencatat jutaan kata mimpi yang dicapai. Yang harus dipertanyakan kemana saja kita dalam setahun? Apa saja yang sudah kita perbuat dalam setahun ini? Di mana saja kita dalam waktu setahun?

Sekarang waktu begitu cepat berjalan. Aktivitas apapun kita lakukan. Entah itu di rumah, lingkungan maupun di sekolah. Kita sering lupa bahwa mimpi ada di depan mata. Dengan kita melewatkan kesempatan begitu saja. Yang paling sayang ialah kita memprioritaskan yang tak semestinya seperti bermain, tiduran, main game dan lain sebagainya.

Kita sebagai pemimpi harus bisa menejemen waktu dengan sebaiknya. Kapan kita harus istirahat. Kapan kita harus bekerja. Kapan kita harus belajar dan kita harus bermain. Ini adalah jalan. Tak ada kesuksesan yang datang begitu saja kecuali orang yang beruntung. Perahu jalannya di air, mobil berjalan di daratan, dan pesawat terbang di udara. Semua sudah ditakdirkan dengan jalannya masing-masing.

Begitu pula dengan mimpi seseorang yang berbeda-beda. Jalannya pun berbeda-beda. Penulis jalannya dengan belajar nulis, pendongeng jalannya dengan belajar dan lain-lain.

Nah, tinggal kita harus memulainya sebagai titik awal jalan menuju mimpi.

Mungkin ada yang terasa berat ketika memulainya dan ada pula yang semangat pada mau mulai. Namun itu belum selesai. Ada angin badai kemalasan yang menghadang di tengah jalan. Kita tinggal pilih apakah kita mau berhenti di tengah jalan? Apakah mau balik? Atau kita lawan? Padahal kesuksesan berada di balik angin badai tersebut. Bilamana kita balik berarti kita akan mulai dari awal lagi. Bila kita berhenti menunggu angin badainya hilang akan memakan waktu yang lama. Bila kita lawan angin badai kemalasan itu dengan semangat dan ketelatenan kita akan akan mendapat mimpi dengan tepat waktu.

Jangan sampai kita sia-sia waktu terlewatkan begitu saja. Tiba-tiba kita kaget waktu tekah berganti. Keseriusan yang kita jalani di tengah akan berdampak pada mimpi kita. Mimpi itu pasti ada jodohnya. Jodoh tak pernah lepas dari pasangan walaupun jarak yang begitu jauh.[]

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…