LOADING

Type to search

Share

Ada tiga pola perilaku generasi muda di era milenial yang bisa menghawatirkan masa yang akan datang jika dibiarkan secara terus menerus.

Pertama, perilaku eat (budaya konsumtif). Tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku generasi muda saat ini lebih suka makan di tempat yang terlihat mewah dari pada makan di rumah atau makan yang dimasak sendiri. Cara makannya pun sudah berbeda, yang dahulu barangkali diawali dengan doa kini justru semakin ribet. Kebiasaan sebelum makan di awali dengan selfie bersama makanan terlebih dahulu kemudian dibuat caption menarik atau status di media sosial, dan barulah mulai makan.

Kedua, perilaku sleep (memilih tidur/ malas gerak). Tidak sedikit kita jumpai generasi muda seperti mahasiswa selepas dari kampus tercintanya memilih untuk tidur di rumah atau kos dari pada melakukan hal positif yang bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Selain tidur, mereka juga asyik ngeliker menghabiskan waktunya di tempat tidur dengan gawainya.

Ketiga, perilaku hunting (suka jalan-jalan). Hunting seolah-olah menjadi hobby yang paling diminati oleh generasi muda kita. Mereka berlomba-lomba untuk sampai pada tempat wisata untuk memfoto diri dan memamerkan kepada teman-temannya melalui lebih dari satu media, seperti whatsapp, instagram, ataupun media sosial lainnya.

Dari ketiga perilaku generasi muda kita ini, jika ditanya gambaran nyata pemuda saat ini seperti apa? Maka saya akan jawab seperti ular. Sebabnya, generasi muda kita saat ini sedang suka ngeliker di tempat (malas gerak), budaya konsumtif tinggi, memakan sesuatu secara mentah-mentah tanpa dikunyah, garang dan mudah menyerah, lebih suka memotret diri dan lingkungannya untuk diunggah di sosial media, tetapi action-nya kurang dalam menyikapi persoalan pribadi atupun persoalan lingkungan sekitar.

Untuk itu, gambaran fenomena generasi muda saat ini saya sebut sebagai snake generation. Snake generation adalah generasi yang mindsite nya dipenuhi dengan lingkaran kemalasan dan ke-instan-an. Sehingga malas untuk bergerak, bekerja, apalagi berkarya. Terlebih jika generasi ini dibenturkan dengan sebuah masalah, maka ia hanya akan mengambil sikap menghindar atau sekadar berwacana tanpa memberikan solusi yang konkret dan nyata.[]

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…