LOADING

Type to search

Mengenalkan Api pada Anak Usia Dini

Share

“Bunda Anis, itu apa?” tanya Zaka, bocah berumur 3 tahun itu. “Ini adalah lilin” jawab Bunda sambil menunjukkan lilin yang baru saja dibuatnya. Zaka dan temannya pun mendekati dan merasa penasaran. “Hati-hati yah” ucap Bunda.

Anak usia dini memang memiliki rasa ingin tahu lebih dan selalu saja ingin mencoba hal-hal baru. Pada usia tersebut pula seringkali anak tidak memperdulikan apakah hal baru yang dilakukan itu membahayakan dirinya atau tidak. Seperti bermain api misalnya. Bermain api bagi anak usia dini adalah sesuatu yang bahaya, terlebih jika di luar pengawasan dari orang tua. Sering kali kita melihat berita di televisi ataupun surat kabar yang menginformasikan peristiwa kebakaran yang disebabkan keteledoran orang tua yang membiarkan anaknya bermain api. Dari sini, maka orang tua harus lebih waspada dan selalu mendampingi anak di setiap tindakannya. Untuk itu, tidak ada salahnya jika orang tua mengenalkan api dan bahayanya sedini mungkin pada anaknya.

Pertama, ajak anak untuk menyalakan lilin. Biarkan anak sejenak untuk mengamati lilin yang telah dinyalakan. Mintalah kepada anak untuk mendekatkan tangannya kearah sumbu api. Setelah itu mintalah anak untuk mendekatkan kertas pada api hingga terbakar.

Kedua, berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pendapat. Mintalah anak untuk mengungkapkan pendapatnya tentang rasa panas saat tangan dekat dengan api. Dengan begitu dapat diketahui apakah anak sudah mengetahui apa belum bahwa sifat api itu panas dan bisa membakar sesuatu yang lainnya.

Ketiga, mulailah memberikan pengetahuan pada anak kenapa tidak boleh bermain api. Orang tua bisa memberikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Seperti “Nak, api itu panas, jika mengenai tubuh kita maka kulit melepuh dan terbakar. Kamu tahu bagaimana rasanya? Ya, sakit dan perih”.

Keempat, selain mengenalkan panas, orang tua juga perlu mengajarkan cara mengatasi atau mengobati anggota tubuh saat terkena api dan bagaimana cara memadamkan api sehingga anak menjadi semakin paham tentang api dan bahayanya.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…