LOADING

Type to search

Energi Baru Penulisan Kreatif

Redaksi 4 bulan ago
Share

Oleh: Sanaan

Tulisan ini dibuat sebagai ulasan dari program Sharing Online yang digagas oleh Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat, dengan pemateri Maman Suherman. Forum belajar bebas diikuti oleh siapapun yang ingin bertukar gagasan di dalamnya. Setiap hari Senin pukul 19.00 WIB adalah jadwal Sharing Bersama Para Pakar dan hari Sabtu adalah Sharing Bersama Buku Bersama Penulis.

Dini Wikartaatmadja, salah satu pengurus pusat FTBM akan menjadi moderator malam ini Senin 16 Juli 2018 menemani Maman Suherman yang akrab di panggil Kang Maman sharing terkait Penulisan Kreatif.

“Banyak yang tentunya lebih mumpuni soal penulisan kreatif, karena basis keilmuannya memang dunia penulisan dan komunikasi, sementara saya Kriminologi.” Itulah kalimat pembuka yang mengalir disusul tawa renyahnya.

Maman Suherman lahir di Makasarr, 11 Oktober 1965 memang tidak terlahir sebagai seorang penulis. Namun insting jurnalistiknya sudah terasah sejak balita. Alumnus Fisip Universitas Indonesia pengagum berat sang ayah ini mengisahkan, bahwa sang ayahnyalah yang membuatnya terjun ke dunia jurnalistik pada 1988. Karena dialah orang yang pertama mengajarkannya tentang huruf dan angka. Saat ia berusia tiga tahun, berada di pangkuan sang ayah sambil membacakan koran sang Ayah, dengan perlahan mengajarkan maman mengeja.

Kiprahnya sebagai seorang pemulung kata yang sudah mengenyam pengalaman dibidang selama kerja 18 tahun di media termasuk 16 tahun di kelompok Kompas-Gramedia, kang Maman menyebutkan, bahwa penulisan fiksi hanya butuh tiga modal; TOKOH, KONFLIK & LOKASI. Jika ketiganya telah terpenuhi maka jalannya menjadi sangat mudah, tinggal dituangkan dalam tulisan.

Pria yang menganggap terpapar virus gaya dan nilai dalam kepenulisan dari Arsewendo dan JO ini menambahkan, yang tidak kalah pentingnnya yaitu memastikan apakah tulisan kita setia pada pencerahan dan memperkaya pemahaman orang lain atau tidak.

Menurutnya hal tersebut sejalan dengan pilosofi literasi yaitu dewi sartika yang memiliki empat tangan, dan setiap tangan memegang 4 benda berbeda. Tangan pertama memegang kitab suci artinya tulisanmu harus berisi kebenaran dan Pengetahuan; Tangan kedua memegang tasbih, tulisanmu harus punya nilai spiritualitas; tangan ketiga mengenggam Pot Air, artinya tulisanmu harus jernih dan menyucikan pemikiran; dan tangan keempat memegang Vina- sejenis alat musik, artinya tulisanmu harus punya nilai estetika. Jangan abaikan keindahan alur, rima dan paparan yang sifatnya sastrawi. Keempat tangan dengan benda yang berbeda inilah- beliau disimpulkan tulisan itu harus selalu mencerahkan dan memperkaya pemahaman.

Niat menulis adalah tahapan paling penting. Tanyakan pada dirimu, apa alasanmu menulis? tidak semua orang bisa memiliki niat yang kuat sehingga ditengah jalan berhenti terkubur bersama impiannya. Sebagai sandaran motivasi beliau juga memaparkan beberapa alasan kenapa kita beranjak menjadi penulis. Apakah ingin seperti Soe Hok Gie atau Anne Frank?- menulis sebagai sarana utk mengekspresikan diri dan pemikiran atau ingin mengubah dunia. Apakah seperti Hawking dalam bukunya A Brief History of Time? untuk membangun nama dan reputasi . Atau, semata karena tuntutan pekerjaan?

Sebelum mengakhiri pengantarnya- Penyuka tema Paramudya AT menyatakan bahwa menulis itu adalah tentang Gagasan; soal tata bahasa, adalah langkah berikutnya. Jangan dibalik. Menulis itu soal Pengetahuan melebihi soal selera. Kalau pengetahuan belum mumpuni, maka kata para penggerak literasi: iqra, iqra, iqra… ! Dan yang perlu dicamkan- bahwa menulis itu untuk dibaca orang lain. Jadi siapkan mental untuk menghadapi kritik. Memaparkan gagasan itu artinya siap menghadapi kontra gagasan, jika takut terhadap hal itu- menulislah di diarymu saja, untuk dirimu semata.

Dalam sesi tanyi jawab Pada sebuah diskusi pada senin 17 Juli 2018 dengan beliau menuturkan. Jangan menulis. Menulis itu KEBERANIAN. Dan keberanian yang “dimodali” pengetahuan dan pemahaman yang kuat. Kalau kita menulis sesuatu yang g bertentangan dengan nilai budaya tertentu misalnya, basisnya bukan menuliskan cuma katanya- tapi harus nyatanya, berbasis fakta kalu bisa diperkuat hasil riset.

Menjawab keluhan peserta tentang disiplin dan buntu ide, penyuka puisi-puisi Amir Hamzah yang mengusung tema kemanusiaan ini meyakinkan- kapanpun ide itu datang- melimpah ruah dalam kepala- hajar saja. Saya biasa langsung meminggirkan kendaraan, masuk ke parkiran ketika sedang nyetir ketemu ide.

Soal disiplin, kitalah pemeran utamanya. Dengan mendisiplinkan diri mewajibkan diri menulis satu tulisan sehari, selesi atau pun tidak tidak masalah. pagi sebelum atau sesudah baca koran pagi, saya nulis. Bisa jadi cuma sinopsis dari apa yg saya baca. dan itu sudah terbukti, tulisan itu menjadi sumber penghasilannya pada dua stasiun TV swasta ternama.

Slavoj Zizek, seorang filsuf yang tulisannya sarat dengan humor-humor mengejutkan,adalah idola Kang Maman yang jadi sumber ide untuk humor. Tokoh yang memliki dua kekuatan Humor an filsafat. Berbedanya perspektif antara humor dan filosofi dalam memandang tokoh- akan membuat hasilnya beda. Ia menyebutkan nama “ Rocky” – memiliki idola sama, tapi fokus pada filsafatnya.

Sosok Maman Suherman yang kini menjadi Aktor utama, pengisi materi dan bintang atau bintang tamu beberapa stasiun televisi Indonesia. sosok Maman Suherman yang menjadi notulen dalam acara Lawak Klub di salah satu stasiun televisi Indonesia. Pria yang juga bekerja sebagai jurnalis, pun harus menyusuri jalan panjang dan melelahakan. Menulis yang dianggapnya cara paling jitu untuk bertahan hidup – pelampiasan karena menanti kiriman orang tua yang tidak konsisten. Berlanjut menjadi penulis lepas berbagai media, sampai menjadi pengisi media Kompas-Gramedia yang terus berjalan sampai sekarang. Cerita haru biru yang selayaknya menjadi tambahan energi baru bagi anda yang sudah jatuh bangun atau baru saja mulai menulis.

Leave your vote

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Facebook Comments

Artikel yang mungkin Anda sukai

Spread the love
Previous Article

Leave a Comment

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

Processing files…