Setelah bisa membaca, usia 7 tahun, anak saya, Rakai, langsung menyuntuki buku ini, Charlotte’s Web karya E. B. White. Dan, tak sampai dua minggu, bungsu saya itu berhasil menamatkannya. Sungguh spektakuler bagi saya, mengingat sebelumnya dan sampai hari ini, Rakai sama sekali tak bersentuhan dengan dunia sekolah. Ia belajar mandiri di rumah bersama saya dan istri. Termasuk belajar membaca.

Charlotte’s Web merupakan sebuah mahakarya sastra anak-anak Amerika, terbit tahun 1952, berkisah seekor babi mungil, Wilbur, yang dicintai oleh seorang gadis kecil, Fern, dan berteman dengan laba-laba yang sangat pintar, Charlotte.

Adalah Fern menyelamatkan Wilbur dari usaha penyembelihan yang dilakukan ayahnya, Arable. Sang ayah acap kali gelisah dan tak mengharap Fern terlampau sayang, terlampau terikat kepada hewan kerdil dan tampak tak berharga itu. “Andaikan tubuhku kecil, apakah Ayah juga akan memotongku?” protes Fern.

Syahdan, demi sang putri, Wilbur tak jadi disembelih, tapi tetap harus dijauhkan dari keseharian Fern. Dan pilihannya adalah menitipkan Wilbur kepada Zuckerman, paman Fern.

Di tempat barunya, di kandang Zuckerman, Wilbur tesergap perasaan sepi dan rindu kepada Fern. Wilbur berusaha mengakrabi  kuda, angsa, domba, dan yang lain, tapi mereka tak berselera berteman dengannya. Akhirnya, Wilbur hanya bisa pasrah berkawan sepi dan rindu.

Sampai kemudian, datang Templeton, tikus pemulung, ke kandang Wilbur. Wilbur senang punya kawan baru. Dan perasaan berbunga-bunganya itu kian lonjak, tatkala laba-laba yang menempel di langit-langit kandang menyapa, serta bersetia sebagai karib. Maka, kerinduan dan kesepian Wilbur yang membuncah tereliminasi. Sang babi mungil itu berkarib dengan Templeton, tikus pemulung, dan Charlotte, sang laba-laba.

Cerita klasik, yang dalam edisi Bahasa Indonesia telah diterbitkan oleh Penerbit Dolphin, dan Penerbit Kakatua, serta penerbit lain,  ini pun terus mengalir dan kian mengharu-biru perasaan, tatkala Wilbur hendak dijadikan daging asap pada perayaan Natal. Charlotte, sang laba-laba cerdas, seakan telah menggantikan peran Fern, bersikukuh menyelamatkan Wilbur.

“Charlotte, kamu serius akan mencegah mereka membunuhku?” tanya Wilbur.

“Aku tak pernah lebih serius lagi dari itu sepanjang hidupku. Aku tak akan membiarkanmu mati, Wilbur.” jawab Charlotte meyakinkan.

Charlotte pun hari demi hari menggantung tak bergerak di tempatnya. Ia berpikir keras bagaimana menyelamatkan nyawa Wilbur. Hingga ide cemerlang itu singgah di benaknya. “Ya ampun, betapa sederhananya!” kata Charlotte kepada dirinya sendiri. “Cara menyelamatkan nyawa Wilbur adalah dengan memainkan muslihat terhadap Zuckerman. Kalau aku bisa mengelabui serangga, aku pasti bisa mengelabui manusia. Manusia tak sepandai serangga!”

Ya, Charlotte, dengan jaring-jaringnya, memintal huruf-huruf besar dan tersusun pesan yang terbaca BABI HEBAT! di tengah-tengah jaringnya. Sehingga, sontak membelalakkan mata Tuan dan Nyonya Zuckerman, Lurvy, pekerja kandang, serta Pendeta ketika menjenguk kandang. Mereka berkeyakinan, padahal sebetulnya berkat muslihat yang dicipta Charlotte, bahwa Wilbur adalah binatang ajaib. Binatang yang memiliki mukjizat yang tak biasa.

Berita mukjizat tersiar luas. Bahkan Pak Pendeta turut mengkhotbahkan mukjizat itu. Kandang babi keluarga Zuckerman menjadi pusat perhatian. Orang-orang berjubel di situ dan penasaran dengan Wilbur, sang babi istimewa.

Dan, Charlotte tak berhenti mengelabui orang-orang. Hingga larut malam, saat sepi, ia memintal lagi pesan baru. Ia menggunakan benang kering dan liat untuk garis-garis fondasi. Ia menggunakan benang-benang kering untuk menyusun kata DAHSYAT! di atas kandang babi Wilbur. Sehingga, lagi-lagi, keluarga Zuckerman takjub dan kian bangga, serta tak berkeinginan lagi untuk menjadikannya daging asap.

Wilbur selamat. Namun, di akhir pekan raya, Charlotte justru mengucapkan selamat tinggal kepada Wilbur. Charlotte sekarat, dan dia memercayakan sekarung telur yang telah dia pintal kepada Wilbur. Telur-telur itu pun menetas, anak-anak Charlotte, dan tinggal bersama Wilbur.

Begitulah, dalam kehidupan yang teramat pendek, Charlotte, si laba-laba betina, telah berbuat mulia, menyelamatkan nyawa Wilbur dari kematian. Charlotte dengan tenaga dan jaring-jaringnya telah menyambung hidup Wilbur, hingga sang babi itu menjadi binatang kesayangan dan menuai banyak pengagum. Keluarga Zuckerman memelihara Wilbur dengan penuh kasih sayang sampai akhir hayatnya.