LOADING

Type to search

Base

Name

Syaifuddin Gani

Biodata Singkat

EMS
12.00

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”, “sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Sulawesi Barat, 13 September 1978. Tamat SD Salubulung (1993), SMP Mambi (1994), dan SMA Polewali (1997).  Setamat SMA tahun 1997 ia hijrah ke Kendari (Sulawesi Tenggara) dan masuk di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Haluoleo, selesai tahun 2002. Tahun 1998 ia masuk dan belajar sastra dan teater di Teater Sendiri Kendari. Di komunitas yang dibina oleh Achmad Zain inilah, ia mengalami proses bersastra dengan intens. Selain itu, ia pernah terlibat mendirikan beberapa sanggar teater dan sastra seperti Teater Empat Raha, Komunitas Sastra Anaway, dan Sanggar Irmanda. Bersama Teater Sendiri, telah melakukan pertunjukan di berbagai kota di Indonesia. Mengikuti kegiatan Temu Sastra Kepulauan dan Kampung Budaya IV di Takalar-Makassar  2004, Pesta Penyair Nusantara di Medan 2007, Kongres KSI di Kudus tahun 2008, Temu Penyair Nusantara III Tanjungpinang, PPN di Palembang dan Jambi. Puisinya diantologikan pada buku Sendiri, Sendiri 2, Malam Bulan Puisi, Sendiri 3, Kendari (Kendari), Ragam Jejak Sunyi Tsunami, Medan Puisi, 142 Penyair Menuju Bulan, Bunga Hati Buat Diah Hadaning, Tanah Pilih, Wajah Deportan, Pedas Lada Pasir Kuarsa, Tua Tara No Ate, Berjalan ke Utara, Puisi Indonesia Mutakhir, Rumpun Kita,   Beternak Penyair, Percakapan Lingua Franca, Negeri Abal-Abal, Negeri Awan, Menapak ke Arah Senja, Taman Kata di Halaman Bahasa, Karya Sastra Baru Tolaki, dan Negeri Awan. Puisinya dimuat di Horison, Republika, Seputar Indonesia, Lampung Post, Gong, Sultra Pos, Pedoman Rakyat, Fajar Makassar, Sundih, Radar Sulbar, Kendari Pos, Kedaulatan Rakyat, Pikiran Rakyat, Jurnal Lembah Biru, Majalah Annida, Jurnal Puisi Rumah Lebah, Situseni.com, Sastra Koran.com, Sundih, Annida, Majalah Imajio.com, Lombok Post, Majalah Pusat, Suara Merdeka, dan Analisa. Sejumlah puisinya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Annie Tucker, dipublikasikan oleh Lontar Foundations di situs Indonesia Translations Literature. Bulan Agustus 2009, mengikuti Program Penulisan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) bidang Esai di Cisarua, Bogor. Buku kumpulan sajaknya Surat dari Matahari (Komodo Books, 2011) masuk dalam 5 besar Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2010—2011. Buku esainya adalah Perjalanan Cinta (Settung Publishing, 2015. Ia peneliti di Kantor Bahasa Sultra tersebut pernah menjadi redaktur puisi di harian Kendari Pos dan kini terlibat sebagai redaktur puisi di harian Rakyat Sultra. Kini, Om Puding, begitu ia akrab disapa, aktif mendokumentasikan karya sastra Sulawesi Tenggara dan menuliskannya dalam berbagai tulisan. Karya sastra tersebut dapat diakses di Pustaka Kabanti di Kendari yang ia dirikan dan kelola sejak tahun 2016. Lewat Pustaka Kabanti, ia melakukan riset, diskusi, dan bedah buku sastra budaya Sulawesi Tenggara. Sebagai pegiat sastra dan literasi, ia giat menuliskan prosesnya di Pustaka Kabanti Kendari.

Hey there!

Sign in

Forgot password?

Don't have an account? Register

Close
of

    Processing files…