Harum madu 

di mawar merah

mentari di tengah-tengah

 

Berbelit jalan

ke gunung kapur, 

antara Bandung dan Cianjur

(Penggalan puisi Ramadhan K.H., Tanah Kelahiran 2, dalam buku Priangan Si Jelita)

Bandung semakin hari semakin terlihat perubahannya. Hal ini tidak dapat dipungkiri, karena laju gelobalisasi yang semakin cepat. Sehingga banyak  mengorbankan lingkungan-lingkungan yang seharusnya menjadi ekosistem alam atau sebagai labolatorium alam. Seperti kawasan karst di Citatah. 

Kawasan karst ini sekarang sangat memperihatinkan, padahal di sana banyak terdapat peninggalan Bandung Purba. Terutama di daerah Gua Pawon. 

Rusaknya ekosistem alam, berkaitan erat dengan budaya. Tidak menutup kemungkinan bahwa budaya sangat berkaitan dengan karakter manusia. Seperti manusia sunda di kawasan Bandung Purba dulu dengan manusia sunda di Kawasan Bandung Raya sekarang.

Kemah Literasi Forum TBM Jawa Barat, mengangkat literasi budaya. Mulai dari realitas masyarakat, hingga karakter masyarakat itu sendiri. Hal ini dituangkan melalui diseminasi, karya tulis, video dokumenter, serta apresiasi pertunjukan.    

Kemah Literasi, Perkuat Jati Diri Bangsa

Kemah Literasi Jawa Barat adalah program kegiatan dari Pengurus Wilayah Forum TBM Provinsi Jawa Barat, yang digelar setiap dua tahun sekali. 

Kegiatan Kemah sendiri pernah dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2019. Adanya pandemi, serta aturan pembatasan sosial, Kemah Literasi Jawa Barat terlaksana pada tahun 2022. 

Tema yang diusung pada Kemah Literasi Jawa Barat tahun 2022 adalah  “Literasi Budaya Bandung Purba” dengan tagline “Perkuat Jati Diri Bangsa”. 

Kemah Literasi Jawa Barat dilaksanakan tanggal 2-4 September 2022, bertempat di Bumi Perkemahan Kiayapayung, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Peseta yang mengikuti kenah sebanyak 200 orang, perwakilan dari tiap daerah di Jawa Barat. 

Aam Siti Aminah selaku ketua Forum TBM Jawa Barat mengatakan bahwa  Kemah Literasi Jawa Barat adalah sebuah rangkaian kegiatan program dari Literasi Budaya Bandung Purba yang bekerja  sama dengan Direktorat Kebudayaan Kemendikbudristek RI.

“Kegiatan ini termasuk rangkaian kegiatan dari program Literasi Budaya Bandung Purba, yang sebelumnya ada kegiatan Pendampingan kepenulisan tentang Literasi Budaya Bandung Purba, pada bulan ini dilanjut Kemah Literasi Jawa Barat dan bulan depan kegiatan Panggung Budaya sebagai penutup rangkaian program,” ujar Aam Siti Aminah 

Acara Kemah Literasi Jawa Barat dibuka dengan menggoyangkan angklung bersama-sama. Perwakilan ketua Pengurus Daerah Forum TBM kabupaten/kota di Jawa Barat, perwakilan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek RI, Dispusipda Jawa Barat, Dinas Kebudayaan Jawa Barat, Disarpus Kabupaten Sumedang dan serta penasihat Forum TBM yaitu Kang Maman.

Adapun kegiatan dalam Kemah Literasi Jawa Barat 2022, terdiri dari diskusi. Diskusi sendiri menampilkan narasumber dari berbagai bidang,   seperti T.  Bachtiar (Penulis Bandung Purba),  Opik (Ketua Umum Forum TBM ), Bayu Gautama (Founder Sekolah Relawan), Prof  Davidescu Cristiana Victoria (Direktur Pasca Sarjana UNLA), Etty RS (Budayawan/Sing Rancage), Kusnandar S.Sos., M.Si. (Dosen Unpad), dan Maman Suherman (Penasihat Forum TBM). Selain diskusi adapula Apresiasi seni dari perwakilan Forum TBM kabupaten/kota yang mengikuti Kemah Literasi ini. 

Kemeriahan Kemah Literasi juga terlihat dari ketiga finalis yang membacakan puisi secara langsung di dekan Dewan juri, juga di depar peserta Kemah Literasi. Finalis Lomba Baca Puisi antaralain, Rian Hamzah dari Rumah Baca Mutiara, Kab. Bekasi, Heny Anggraeny dari TBM Ligar Luang, Tasikmalaya, serta Meila Althafunnisa dari TBM AIUEO, Kab. Garut. Ketiga finalis ini membacakan puisi “Bulan Pasir Pawon” karya Etty RS. 

salam