,

Kids Zaman Now


Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
dibaca normal: 3 menit

“Kids Zaman Now”. Kalimat ini memang tak asing di telinga kita yang bermakna anak zaman sekarang. Kalimat yang sebenarnya memiliki tujuan untuk menyindir anak zaman sekarang yang berbeda dengan anak zaman dahulu. Anak zaman sekarang lebih cenderung bermain gadget ditambah perilaku dengan cinta-cintaan. Lebih tepatnya dengan cinta monyet. Seakan anak zaman sekarang dewasa terlalu dini.

Banyak sekali kasus saat ini terjadi penyimpangan pada Kids Zaman Now. Pacaran bukan lagi dilakukan oleh remaja dan orang dewasa. Taman yang seharusnya difungsikan untuk tempat bermain malah dijadikan pacaran sama anak-anak. Ditambah kelakukan anak-anak sudah banyak yang kelewatan. Sampai bukan hanya mengatakan “aku cinta padamu” pada pasangan. Namun sudah sampai tahap sandaran dan pelukan dengan pasangannya.

“Ka Khotib, minta pasword COC?” kata seorang anak padaku.

COC yang saya tahu semacam nama game online. Sebenarnya saya tak pernah memainkan game ini. Namun saya pernah melihat ketika teman saya memainkannya. Saya pun hanya tersenyum dan mencoba memanglingkan dengan pembahasan lain. Memandang anak sekarang seperti kaget tapi lumrah. Soalnya sudah menjadi pemandangan setiap harinya. Mulai dari anak petani, pedagang, pengusaha, guru, dosen dan lain-lain.

Anak 5 berjejer rapi. Di tangannya masing-masing memegang gadget. Mereka bukan sedang berunding tentang pelajaran. Tetapi mereka sedang saling membahas sebuah game online. Seperti saling memberikan masukan yang terbaik di antara mereka.

Sebenarnya siapakah virus yang sangat mempengaruhi kids zaman now?

Jawabannya adalah HP dan Televisi.

HP tak hanya dimiliki oleh orang dewasa dan orangtua saja. Namun juga anak-anak zaman sekarang sudah dapat memiliki HP. Khususnya smartphone yang sumber canggih tinggal geser-geser dengan jari. Dan televisi mereka menonton setiap harinya yang tentunya acara minim edukasi untuk anak.

Berbeda dengan anak zaman dahulu. Zaman dahulu lebih menyukai bermain di sawah mencari jangkrik dan belalang, di lapangan bermain layangan, bermain bola, bermain lari-larian, bermain di sungai mencari ikan, mandi. Dan anak zaman dahulu serba membuat sendiri alat permainannya. Mereka membuat pistol-pistolan dari bambu atau pelepah pisang, membuat truk-trukan dan mobil-mobilan dari kayu, bermain masak-masakan dari kaleng susu bekas dengan mencari bahan di sawah seperti singkong dan ketela. Zaman dahulu serba tradisional dan memanfaatkan alam sebagai sarana bermain. Dan tentunya mereka bisa mengetahui kapan dan dimana berkumpul tanpa adanya gadget.

Oleh sebab itu, sebenarnya kids zaman now sangat memprihatinkan. Mulai dari moral, sosial, kebinekhaan. Anak zaman sekarang lebih banyak membaca watsapp, BBM, twitter dari pada membaca buku. Anak lebih hafal lagu jaran goyang, ditinggal rabi, goyang dumang dan lain sebagainya dari pada lagu tradisional dan nasionalisme. Anak lebih paham selebriti dari pada tokoh pahlawan.

Di negara Jepang pada usia 3 tahun cram school sudah menunggu. Cram school merupakan kelas tambahan diluar jam sekolah untuk mempersiapkan anak-anak di Jepang sebelum menhadapi ujian. Mungkin di Indonesia dikenal dengan nama “Bimbel”. Sejak anak usia dini sudah dilatih dengan masa depannya. Untuk meilih SD dimana, SMP dimana, SMA dimana, kuliah dimana dan mau jadi apa. Kta di Indonesia memikirkan kuliah ketika lulus SMA. Paling cepat mungkin ketika kelas XII.

Di Jepang pada usia sekolah dasar sudah dilatih untuk ketrampilan dengan menciptakan sesuatu. Ada yang sudah dapat menciptakan game, aplikasi dan prodak-prodak yang dimanfaat oleh kalangan masyarakat. Anak SMP sudah melakukan penelitian. Anak di Indonesia sebagian besar melakukan penelitian hanya pada saat akhir kuliah saja. Dan kita sungguh sangat tertinggal oleh negara-negara lain bilamana kids zaman now masih seperti ini terus. Mungkin berarti orang Indonesia yang tidak mencicipi bangku kuliah tidak sama sekali mencicipi penelitian.

Kita tak dapat menyalahkan HP dan Televisi sebagai perusak generasi kids zaman now. Peran orangtua dan pendidik diperlukan untuk menyaring dan memantau anak dalam mengkonsumsi HP dan televisi. Jangan sampai orangtua memberikan contoh yang baik pada anaknya. Ketika terdengar adzan langsung berangkat ke masjid bukan nonton televisi dan bermain HP. Dan juga terlalu memanjakan anak ketika meminta apapun tidak baik.

Sekarang tinggal kita berintropeksi. Apakah kita akan terus berdiam diri dengan membiarkan kids zaman now seperti ini terus? Kita harus benahi diri kita sendiri apakah sudah memberikan contoh yang baik pada anak-anak atau adik-adik kita?

Jangan terlalu banyak sistem dan ceramah-ceramah yang membosankan. Anak lebih suka dengan gerakan dan contoh riil sebagai teladan bagi mereka. Berilah lingkungan yang mengedukasi anak agar menjadi karakter yang baik. Kalau Ka Seto mengatakan bahwasanya korban kids zaman now adalah lingkungan.

BERIKAN SEJARAH BAIK PADA ANAK KITA.[]

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

What do you think?

4 points
Upvote Downvote

Total votes: 6

Upvotes: 5

Upvotes percentage: 83.333333%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 16.666667%

Tinggalkan Balasan