,

Ontime


Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
dibaca normal: 2 menit

Telinga saya mulai risih dengan kata celotehan anak mengenai waktu. Seperti “ah paling-paling mulur”, WIB (Waktu Insya Alloh Berjalan)”, “biasa nanti paling lelet waktunya” dan lain sebagai. Kata-kata yang sudah lumrah yang sebenarnya tidak perlu dibiasakan. Seakan mempermainkan waktu dengan seenaknya sendiri.

Hampir setiap saya mengikuti kegiatan dari berbagai tempat memang sudah terjadi yang namanya mulur-mulur waktu. Ada yang beralasannya ketuanya belum datang, ada yang anggotanya belum genap dan lain-lain. Dari acara yang tidak formal sampai acara formal. Padahal saya sudah berusaha datang sesuai dengan pada lembar undangan.

Sebagai contoh undangan dalam surat dimulai pukul 09.00 WIB namun di dalam riilnya dimulai  pukul 10.00 bahkan sampai telat 2 sampai 3 jam. Yang telat tidak hanya para undangan spesial seperti orang-orang penting namun dilakukan oleh para tamu undangan. Mereka sudah bermind side bahwa acara akan telat.

Problem ini perlu adanya pemangkasan agar tradisi waktu lelet tak terus menerus terjadi. Saya kadang gregetan diundangan dimulai pukul 9 namun faktanya mulur-mulur. Kesadaran terhadap waktu dari setiap individu masih kurang. Kata pepatah mengatakan bahwa “hargailah waktu” “waktu adalah uang”. Artinya jangan sampai kita menggunakan waktu dengan sia-sia. Apalagi kita merusak waktu orang lain.

Saya pernah dikomen oleh seseorang bahwasanya setiap orang jangan dipaksakan karena punya kesibukan yang berbeda. Tapi saya malah berfikir. Kalau kita tidak dipaksa untuk disiplin waktu, kapan kita akan mulai untuk menertibkan kewajaran yang tidak baik. Kapan kita akan maju bilamana kita dalam mengatur waktu saja tidak bisa? Mengatur waktunya sendir saja tidak bisa apalagi mengatur waktu dalam berorganisasi. Inilah salah satu faktor Indonesia masih jalan di tempat dan tak maju-maju. Di Finlandia tak pernah meleset dalam mengatur dunia pendidikan. Bahkan yang diungkapkan oleh Kang Maman dalam artikelnya di FTBM Pusat tidak disiplin waktu merupakan tindakan korupsi waktu.

“Tapi kan aku orangnya sibuk”.

“Maaf Pak, rumah saya jauh. Jadi telat”

Mungkin akan terlintas kata tersebut untuk sebagai alasan. Oke, saya menyadari setiap orang mempunyai kesibukan masing-masing. Namun, apakah dengan kita mempunyai kesibukan menjadi alasan kita tidak datang ontime dalam sebuah acara? Menurut saya itu tidak menjadikan sebuah alasan. Kesibukan tergantung dari setiap individu membuang egoisnya. Sejatinya tak ada  orang sibuk. Namun yang ada hanyalah prioritas. Kenapa adanya orang prioritas?

Bilamana ada dua acara yang bersamaan. Yang satu acara tanpa ada hadian dan yang satu setiap orang datang akan diberi uang Rp. 100.000.000. Saya yakin akan mendatangi acara yang dengan pemberian uang Rp. 100.000.000.

Rumah sejauh apapun kalian pasti akan memburunya dan akan waktu perjalanan sekiranya tidak akan telat. Karena kita tahu ada yang menarik di sebuah acara tersebut. Jadi, jarak yang jauh dan kesibukan bukan lagi sebuah alasan kita untuk tidak disiplin waktu.

Nah, sebenarnya kedisiplinan diiringin dengan komitmen dan tanggungjawab dalam seseorang. Seseorang memiliki tanggungjawab akan merasa pentingnya sebuah kegiatan dan akan timbul munculnya memprioritaskan dalam sebuah kegiatan. Kita bisa menirukan acara di televisi. Betapa disiplinnya acara setiap waktu. Tak pernah meleset dalam setiap detik. Jam 06.00 acara berita, 07.00 acara petualangan, 07.30 acara pelatihan masak.

Stasiun televisi memberikan kedisiplinan waktu agar tak ingin mengecewakan konsumennya. Dan kita tentunya juga harus bisa memberikan terbaik pada orang lain. Apalagi seorang pemimpin harus memberikan contoh kedisiplinan waktu pada anggotanya.

Mari kita disiplin waktu. Waktu merupakan harta kita. Waktu adalah teman hidup kita. Waktu segalanya bagi kita.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

What do you think?

-1 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 100.000000%

Tinggalkan Balasan