,

Penghilang Kegaduhan Anak


Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
dibaca normal: 2 menit

 

Pembelajaran ba’da maghrib di Wadas Kelir akan di mulai lagi setelah 2 hari diliburkan.

Senin lalu, pukul 18.30 sudah mulai berdatangan satu per satu anak-anak yang siap untuk belajar bersama-sama. Anak-anak kelas PAUD sampai 1 Sekolah Dasar yang akan belajar terlebih dahulu. Awal-awalnya masih terasa kesunyian dan ketenangan, karena mereka belum terpancing untuk melakukan persekongkolan untuk bertriak-triak dan menjadi sangat ramai.

Ya, mereka adalah anak-anak yang sangat cerdas, aktif, dan hebat. Suasana tidak akan pernah sunyi dan senyap dengan kehadiran mereka-mereka ini. Semua perasaan akan tercurah dalam setiap harinya. Ada yang akan tertawa lepas, ada yang menjadi bertengkar walaupun hanya sebentar dan akan kembali akur lagi, ada yang akan menangis karena kejailan temannya sendiri, ada yang sangat cuek dan tidak peduli, dan masih banyak lainnya manjadi nano-nano.

Anak satu akan memancing anak lainnya untuk melakukan hal-hal menggelikan jika sedang di bayangkan.  Jika ada anak satu yang berteriak, maka anak lain akan berteriak juga. Di sini lah yang terkadang membuat kewalahan karena mereka akan berteriak keras dan tidak mendengarkan nasihat. Dan ini terjadi pada malam lalu, kami belajar di ruang tertutup rapat, saat kami sedang bergerombol mengerjakan tugas membentuk lingkaran dengan keadaan sunyi, tiba-tiba satu anak berlari dan langsung mematikan langsung. Dengan serentak anak-anak berteriak sangat kencang dan memengingkan telinga, mereka berteriak bersusulan. Saya rasa dengan menghidupkan lampu tadi, mereka akan kembali kondusif. Tidak. Tidak seperti yang saya duga, suasana malah menjadi pecah, teriakan mereka memang telah usai namun mereka menjadi bertengkar satu sama lain dengan berbicara sambil berteriak.

Keadaan bingung menimpa saya. Bagaimana mereka mau mendengarkan perkataan saya, ini karena suara mereka lebih lantang dari suara saya. Dan tiba-tiba terlintas di pikiran sayasebuah buku di dalam tas saya. Saya langsung mengambil buku dan mengangkatnya tinggi-tinggi untuk di tunjukkan kepada mereka dan mengajak untuk mendengarkan cerita. Kebetulan sekali buku tersebut masih baru. Semoga ini berhasil.

Tidak semua anak memalingkan pandangan mereka kearah saya. Saya melantangkan suara untuk mengajak mereka bercerita.

Halaman pertama mulai saya buka, hanya dua dari enam anak yang tertarik langsung untuk mau duduk dan mendengarkan cerita, selanjutnya saya bacakan lagi pada halaman kedua, bertambah satu anak untuk duduk mendengarkan, dan pada halaman ketiga sontak mereka mau mendengarkan dengan sangat khusyu’ dan focus sekali sampai halaman buku yang terakhir.

Di sinilah keajaiban buku. Buku telah menyatu dengan diri mereka. Obat mujarab penghilang kegaduhan. Buku.

Cesilia Prawening, Relawan Pustaka Wadas Kelir, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini IAIN Purwokerto

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Facebook Comments
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Tinggalkan Balasan