Den Hasan, pendiri Rumah Belajar Ilalang, menceritakan praktik baik literasi ramah anak yang diimplementasikan bersama anak-anak didiknya.

Kegiatan literasi bersama anak-anak di Rumah Belajar Ilalang dimulai dengan rembug anak. Sebelum belajar dimulai, anak-anak diberikan ruang untuk berdiskusi dalam menentukan kegiatan belajarnya, waktu pelaksanaannya, hingga tempat, dan model belajarnya.

Sedangkan Den Hasan dan relawan lainnya selaku guru, menyimak dengan penuh perhatian. Memfasilitasi anak-anak untuk mengembangkan gagasan, harapan, dan keinginannya. Hingga ditemukanlah mufakat hasil rembug anak-anak.

Hasil putusan diskusi anak-anak lalu disampaikan pada guru atau relawan. Relawan pun memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang telah diinisiasi dan disepakati anak-anak. Dari sinilah kegiatan belajar anak-anak dimulai.

Dalam kegiatan belajar itulah anak-anak kemudian diposisikan sebagai subjek. Sebagai pelaku yang mengembangkan kegiatan belajar yang sesuai dengan minat dan bakat anak-anak. Anak-anak pun antusias belajar karena belajar dibangun berdasarkan pada minat dan dunia anak-anak.

Setiap proses belajar yang dilakukan oleh anak-anak akan berbasis pada produk. Produk yang berwujud performa dan berwujud karya. Performa dan karya inilah yang menjadi hasil belajar anak-anak yang setting dan aktivitasnya digagas oleh anak sendiri.

Dengan hasil karya dan performa inilah, Den Hasan dan relawan lainnya kemudian mengembangkan konsep belajar selanjutnya yang disebut gladen plataran. Pameran seabagai ruang untuk mengapresiasi dan mengkomunikasikan karya dan performa anak-anak dengan ahli dan penikmat.

Melalui gladen pelataran sebagai tempat atau ruang dalam menyampaikan gagasan anak melalui karya dan performa. Di ruang inilah anak dan karyanya dipertemukan dengan diskusi dan aprsesiasi yang membuat anak belajar. Belajar dalam mengembangkan potensi dan minatnya.

 

Rembug anak dan gladen plataran ini mampu memosisikan anak sebagai subjek belajar yang mandiri. Mampu mengembangkan potensinya dalam menentukan orientasi kegiatan belajar dalam menciptakan karya dan performa yang akan diapresiasi di ruang pameran bersama ahli dan masyarakat.

Dari sinilah Rumah Belajar Ilalang mampu menghadirkan ruang belajar yang ramah anak, yang mampu memosisikan anak sebagai subjek belajar. Subjek yang punya kebebasan dalam belajar yang sesuai dengan dunianya. Dunia yang berpihak pada anak. Dunia dalam bingkai ramah anak.

 

*Tim Infokom dan Litbang Forum TBM