Akses terhadap Buku, Literasi dan Pendidikan sebagai Hak Asasi Manusia

Buku, sebagai sumber informasi, ilmu pengetahuan dan catatan peradaban manusia, merupakan kebutuhan dasar dalam gerakan literasi. Bagi sebagian kalangan buku mungkin sesuatu yang mudah didapat. Namun, bagi sebagian saudara-saudara kita, terutama di pelosok-pelosok, buku menjadi benda yang sangat berharga dan sulit diperoleh.

Kehadiran orang-orang yang berhati mulia yang memiliki keyakinan dan berbahagia memilih jalur perjuangan di jalur literasi dengan mendirikan atau mengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan menjadi pegiat literasi berjuang untuk memberikan akses bahan bacaan kepada masyarakat pun memerlukan dukungan berbagai pihak agar perjuangan mewujudkan masyarakat yang literat bisa diwujudkan.

Karena itulah, Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) bersama Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Gerakan Sejuta Buku untuk TBM di hari terakhir Festival Literasi Indonesia 2020 dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional pada September yang lalu.

Peluncuran Gerakan Sejuta Buku untuk TBM ini dilakukan oleh Dr. Samto (Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) bersama Dr. Firman Hadiansyah (Ketua Umum Forum TBM Periode 2015-2020). Acara peluncuran Gerakan Sejuta Buku untuk TBM dirangkaikan dengan diskusi dengan tema Gotong Royong Membangun Gerakan Literasi di Indonesia yang menghadirkan narasumber Rachmat Gobel (Wakil Ketua DPR RI), Harris Iskandar (Widyaprada Ahli Utama Kemendikbud), Juli Adrian (Direktur Utama ProVisi Education), Roni Pramaditia (Head of Medco Foundation), Nita A. Muelgini (Kepala Divisi Program Sosial Bank Indonesia), Nadya Anette (General Manager Samudera Indonesia Peduli dan CorporateCommunications Head Samudera Indonesia) dan moderator Maman Suherman (Penasihat Forum TBM Periode 2015-2020 dan Sahabat Literasi).

“Dengan mengucap syukur, donasi buku untuk Gerakan Sejuta Buku untuk TBM dari berbagai pihak mulai terkumpul, dari perorangan maupun lembaga/perusahaan. Kamis, 10 Desember 2020, bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia, kita akan sama-sama melakukan pengiriman perdana donasi buku Gerakan Sejuta Buku untuk TBM. Donasi buku akan dikirim ke 1376 TBM di seluruh Indonesia. Donasi buku tersebut juga akan dimanfaatkan oleh TBM untuk melakukan kegiatan belajar dan pendampingan anak korban bencana erupsi gunung Ile Lewotolok-Lembata. Dan kita berbahagia, karena di dalam rangkaian kegiatan pengiriman donasi buku ini akan turut dihadiri oleh Ketua Komisi X DPR RI/F-PKB, Dirjen PAUD Dikdas Dikmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta para donatur,” ujar Dr. Samto.

Opik, Ketua Umum Forum TBM Periode 2020-2025 mengungkapkan bahwa pengiriman perdana donasi buku dalam Gerakan Sejuta Buku untuk TBM di Hari Hak Asasi Manusia ini menjadi momentum untuk memperjuangkan akses terhadap buku, literasi dan pendidikan sebagai Hak Asasi Manusia. Lebih lanjut, Opik mengungkapkan, “Kami mengajak semua komponen bangsa, terutama pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperjuangkan hal ini. Karena kami menyakini, tidak ada bangsa yang maju tanpa buku dan akses literasi yang baik masyarakatnya.”

Gerakan Sejuta Buku untuk TBM akan menjadi gerakan jangka panjang. Dukungan dari seluruh pihak sangat berarti agar lebih banyak masyarakat yang dapat mengakses buku. Informasi mengenai Gerakan Sejuta Buku untuk TBM dan donasi buku dapat diakses di www.donasibuku.kemdikbud.go.id.