Oleh. Aris Munandar*

World Storytelling Day tahun ini mengambil tema Building Bridges. Mengingat banyak konflik dan perpecahan yang terjadi di dunia belakangan ini. Cerita dan komunikasi diyakini dapat membantu meredakan konflik dan menyembuhkan perpecahan tersebut. Pada akhirnya cerita akan menjadi jembatan yang menyatukan kita semua.

Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) melalui Bidang Program dan Kemitraan menjadikan tema Cerita yang Menyatukan sebagai benang merah dari beberapa program yang telah diagendakan. Sesuai dengan fokus rencana kerja 2024, yaitu: (1) peningkatan ketersediaan bahan pustaka; (2) mengamplifikasi kegiatan literasi yang dilakukan oleh TBM; (3) optimalisasi peran TBM; serta (4) menjalin kemitraan secara pentahelix. Program kerja ini bertujuan menciptakan ekosistem literasi yang partisipatif dan berkelanjutan.

Ketersediaan buku bermutu dan kemampuan kita untuk bisa mengaksesnya masih menjadi tantangan dalam gerakan literasi, khususnya di masyarakat. Forum TBM melihat ini, selain sebagai tantangan, sekaligus menjadi peluang. Kuncinya terletak pada bagaimana kapasitas pengiat TBM, baik pengelola maupun relawan, bisa mumpuni untuk melakukannya. Sebuah mimpi besar yang dijajaki oleh kerja-kerja besar. Kerja-kerja yang konsisten dan berkelanjutan.

Menulis Cerita Anak di TBM merupakan suatu kerja awal. Tujuannya: (1) meningkatkan motivasi pengelola dan relawan TBM untuk belajar menulis cerita anak yang menarik dan edukatif; (2) mendukung pengembangan TBM sebagai pusat literasi dan sastra anak; serta (3) mendorong lahirnya penulis-penulis cerita anak baru dari pengelola dan relawan TBM. Diharapkan hasilnya dapat memperkaya ketersediaan buku bermutu dan mudah diperoleh. Selanjutnya, bagaimana bahan bacaan bermutu yang telah tersedia tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

Desain program kerja 2024 menempatkan 3 kegiatan utama dalam pemanfaatan bahan bacaan, yaitu: membaca, mendongeng, dan membaca nyaring. Program Membaca di TBM adalah salah satu program yang diselenggarakan oleh Forum TBM. Program ini sebagai kampanye gerakan membaca, serta ajakan kepada pegiat dan relawan TBM untuk selalu membaca buku. Membaca merupakan substansi dari gerakan literasi masyarakat yang dimotori oleh TBM. Selanjutnya, kegiatan mendongeng diwadahi dalam Muhibah Dongeng. Muhibah Dongeng adalah program yang terdiri dari pagelaran mendongeng dan peningkatan kapasitas pegiat TBM, pengelola dan relawan, dalam mendongeng. Sedangkan membaca nyaring di TBM adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap buku.

Momentum Ramadan dianggap sebagai saat yang tepat untuk memperbaharui semangat literasi kita. Pada bulan Ramadan wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. Wahyu yang berupa perintah: “Iqra!” Perintah membaca sebagai penanda dimulainya era pencerahan yang menerangi abad kegelapan. Sebuah momentum yang bisa kita maknai untuk meneguhkan niat kita sebagai pegiat TBM untuk terus bergerak di jalan literasi.

Untuk itu, sepanjang Ramadan ini, Forum TBM menyelenggarakan kegiatan Ngabuburit di TBM. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai kegiatan untuk mengisi waktu menjelang waktu berbuka dengan hal yang bernilai literasi. Tahun lalu, Ngabuburit di TBM diisi dengan kegiatan mendongeng. Tahun ini diisi oleh kegiatan membacakan buku cerita anak. Pengisi kegiatan Ngabuburit di TBM terdiri dari: Pengurus Pusat, Wilayah, dan Daerah Forum TBM, serta pengelola dan relawan TBM. Ngabuburit di TBM digelar melalui tayangan live-delayed di akun youtube Forum TBM pukul 17.00 WIB setiap harinya.

Kegiatan Ngabuburit ini dirangkai dengan kegiatan Kurma Ramadan, Kupas Cerita Anak Sepanjang Bulan Ramadan. Dalam Kurma Ramadan, cerita yang dibacakan saat Ngabuburit di TBM dikupas dengan pendekatan tertentu. Ada 2 pendekatan utama yang digunakan, yaitu: 7 model komunikasi dan aspek perkembangan anak. Pendekatan ini diterapkan agar para pegiat dan pengelola TBM dapat lebih memahami kegiatan membacakan cerita pada anak dapat menciptakan pengalaman yang kaya dan mendalam. Tidak hanya memperkaya keterampilan berbahasa dan keterampilan literasi anak, tetapi juga mendukung perkembangan mereka dalam berbagai aspek lainnya.

Keberadaan pegiat TBM sebagai fasilitator dalam membacakan cerita untuk anak sangatlah vital. Semakin mumpuni kapasitasnya, maka akan semakin tinggi dukungan terhadap perkembangan anak-anak yang menjadi auidensnya. Ini berlaku juga dalam kegiatan mendongeng. Untuk itu, bertepatan dengan World Storytelling Day dan ulang tahun ke-4 Muhibah Dongeng tanggal 20 Maret 2024, Forum TBM kembali mengadakan lokakarya peningkatan kapasitas pendongeng di TBM. Melalui lokakarya ini diharapkan para peserta dapat tergugah kesadarannya terhadap keberadaan cerita rakyat yang ada disekitarnya. Sebagai keluaran dari lokakarya ini dicanangkan dapat menghimpun cerita-cerita yang ada disekitar kita. Sehingga, melalui lokakarya ini, para peserta akan dibekali keterampilan untuk melestarikan cerita rakyat tersebut dalam berbagai bentuk.

Keragaman cerita yang nantinya terhimpun akan menjadi jembatan agar anak-anak kita dari berbagai daerah saling mengenal satu dengan lainnya. Pertama, cerita-cerita tersebut akan dihimpun dalam bentuk video mendongeng yang dibawakan oleh para peserta. Kedua, cerita rakyat yang berasal dari daerah sekitar TBM peserta berasal akan ditransformasikan menjadi teks dongeng. Ketiga, agar teks dongeng ini bisa dimanfaatkan secara lebih optimal, maka akan dibutuhkan sejenis panduan penggunaannya. Keempat, layanan mendongeng yang ada pada TBM peserta bisa juga dijadikan sebagai contoh praktik baik. Kelima, praktik mendongeng di TBM pada dasarnya merupakan model pembelajaran alternatif yang bisa kita kembangkan.

Kumpulan teks dongeng yang berhasil dikumpulkan, bukan hanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk para pendongeng di TBM. Teks dongeng bisa dimanfaatkan juga untuk layanan lainnya di TBM, salah satunya membaca nyaring. Membaca nyaring perlu kita dorong sebagai layanan unggulan di TBM. Mempromosikan membaca nyaring di TBM sebagai salah satu cara ampuh membangun keterampilan literasi. Sepertihalnya mendongeng di TBM ada Muhibah Dongeng, demikian pula dengan membaca nyaring perlu dibangun juga komunitasnya. Tidak kalah penting perlu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan membaca nyaring untuk pengelola dan relawan TBM.

Sepertihalnya gugusan kepulauan yang merangkai Nusantara serupa jamrud di khatulistiwa, demikian didalamnya tersimpan kekayaan cerita-cerita yang menyatukan kita sebagai bangsa Indonesia. Literasi untuk semua sebagai semangat bagi kita untuk terus tumbuh dan berkembang bersama. TBM-TBM yang tersebar di seluruh penjuru negeri harus menjadi motor utama gerakan literasi di masyarakat. Forum TBM hadir melalui berbagai programnya, adalah rumah besar bagi para anggotanya.

*Ketua Bidang Program dan Kemitraan
Pengurus Pusat Forum TBM