Pada umumnya masyarakat populer dengan membaca (lihat) dan mendengar dengan ucapan pecandu narkoba, pecandu mainan (game), pecandu alkohol, pecandu gadget, pecandu buku, pecandu kopi, dan masih banyak kata lain yang bisa dipadankan dengan kata “pecandu”. Setiap orang akan memahami dan memaknai menurut nalar logikanya serta sesuai dengan pemahaman dan pengetahuannya. Maknanya bisa secara positif tetapi bisa juga bermakna negatif. Seperti pecandu narkoba akan memberi kesan dan makna yang negatif, pengguna narkoba tingkat tinggi, hidupnya selalu dengan narkoba, tiada hari tanpa narkoba yang membawa efek gangguan kesehatan pada orang yang memakai narkoba. Sedangkan seperti pecandu buku maka akan bermakna positif, orang yang suka (gemar) dengan buku, suka membaca, tentunya membaca buku tentang hal – hal positif bukan hal – hal negatif.

Menurut KBBI online, pecandu berarti 1) n: pemadat; pengisap candu; 2) ki: penggemar dan pencandu artinya n: pecandu. Dapat disimpulkan bahwa pecandu dan pencandu memiliki arti yang sama karena pencandu merujuk pada pecandu. Tetapi yang lebih sering digunakan adalah pecandu bukan pencandu. Untuk tulisan ini, penulis lebih cenderung menggunakan “pencandu” untuk mengakrabkan akan kekayaan yang terdapat dalam ilmu Bahasa Indonesia.

Jarang kita mendengar tentang “pencandu literasi”, kalaupun mendengar atau menyebut akan merujuk pada “pecandu literasi”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online bila di-search tidak ditemukan kata “literasi”. Namun dari website Komunikasi Praktis, dapat ditemukan arti kata literasi. Kata literasi dalam bahasa Inggris yaitu “literacy” artinya kemampuan membaca dan menulis (the ability to read and write) dan “kompetensi atau pengetahuan di bidang khusus” (competence or knowledge in a specified area). Secara harafiah, “literacy” berasal dari bahasa Latin yaitu “literatus” artinya “a learned person” yaitu orang yang belajar, atau bahasa Latin lainnya yaitu “litera”(huruf) serta dari kamus Merriam – Webster disebut “literature”dan bahasa Inggris “letter”.

Menurut Nationale Institute for Literacy (NIFL), Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat.”

Menurut Education Development Center (EDC), literasi merupakan kemampuan individu untuk menggunakan potensi dan keterampilan (skills) dalam hidupnya yang mencakup kemampuan membaca kata dan membaca dunia.

Dari pengertian – pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa literasi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang tentang membaca dan menulis serta menggunakan potensi, pengetahuan, keterampilan (skills) yang dimiliki untuk memecahkan masalah hidup yang dihadapi pada tingkat pekerjaan, keluarga, serta masyarakat, dan kemampuan untuk membaca dunia. Maka “Pencandu Literasi” merujuk pada makna yang positif. Pencandu Literasi adalah orang yang gemar dalam kegiatan literasi seperti membaca, menulis, menciptakan kreativitas dalam hubungan dengan pekerjaan, kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat sekitar, dan kemampuan membaca tentang kejadian dan peristiwa dunia. Arti lain pencandu literasi sama dengan pegiat literasi, dalam konteks ini adalah para pencandu literasi secara online seperti Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan Pustaka Bergerak Indonesia (PBI), para pengelola TBM yang tersebar di seluruh pelosok nusantara, para koordinator dan penggerak literasi wilayah (kota, kabupaten, dan provinsi), dan semua yang telah bergabung serta memanfaatkan taman bacaan di tempatnya secara baik dari anak – anak sampai oang dewasa (lansia pun bisa). Ada beberapa paradigma dalam kaitan dengan pencandu literasi dalam sudut pandang ini.

  1. Membaca dan menulis : meningkatkan kepedulian membaca bagi semua orang, mengajar dan melatih anak – anak usia PAUD/ TK untuk belajar membaca dan menulis serta anak SD kelas bawah (I – III), menulis sebuah karangan sederhana seperti kisah pengalaman pribadi, menulis sebuah pemikiran yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan, melatih dari hal yang sederhana akan berkembang menuju luar biasa. Membuat sebuah mading sehingga dapat mengakomodasi dan menyalurkan kegiatan membaca dan menulis secara konkret dari hasil karya sendiri baik pribadi maupun bersama dalam komunitas taman baca.
  2. Menciptakan kreativitas dalam pekerjaan : pekerjaan menjadi pengelola taman baca adalah pekerjaan sukarela, tidak dibayar tetapi atas kemauan dan ketulusan hati untuk menjalankan. Para pengelola bisa menciptakan kreativitas kegiatan pada taman baca sehingga tidak menyebabkan bosan dengan kegiatan yang sama, seperti membuat game, ekspresi dalam gerak dan lagu, menciptakan kegiatan membaca dan menulis outdoor, dan kreativitas lain yang bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.
  3. Menciptakan kreativitas dalam kehidupan keluarga : keluarga yang dimaksud adalah keluarga baru dalam komunitas taman baca bukan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan anak – anak. Keluarga baru ini turut ambil bagian dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan sehingga kreativitas – kreativitas pribadi atau kelompok dapat tersalurkan untuk mendukung apa yang telah ada pada menciptakan kreativitas dalam pekerjaan. Setiap pribadi bisa menciptakan kreativitasnya sendiri untuk mengatasi kejenuhannya dalam pengembangan kemandirian dan tanggung dan menciptakan kreativitas untuk bersama dalam mengembangkan kekompakan, kebersamaan, dan persaudaraan. .
  4. Menciptakan kreativitas dalam Masyarakat sekitar : keberadaan komunitas keluarga taman baca tak lepas dari lingkungan masyarakat di sekitar. Kreativitas yang telah dimulai dalam komunitas taman baca dapat ditularkan dalam lingkungan masyarakat, misalnya mengadakan dialog bersama dengan aparat pemerintah desa dan masyarakat, mengajak masyarakat yang belum terlibat untuk terlibat, mengadakan suatu diskusi yang berkaitan dengan komunitas taman baca dan pencandu literasi sehingga ada masukkan dan evaluasi untuk perkembangan masa mendatang.
  5. Kemampuan membaca kehidupan dunia : adanya kegiatan membaca dapat membantu para pencandu literasi untuk mengetahui perkembangan dunia baik dalam negeri maupun luar negeri. Kejadian dan situasi yang terjadi dapat diikuti. Tidak hanya itu, dapat menulis tentang sesuatu yang berhubungan dengan dunia, menuangkan ide – ide yang baik dalam sebuah tulisan, bercerita dan berpendapat tentang dunia.

Sebagai pencandu literasi dalam hubungan dengan TBM dan PBI yang telah dikenal oleh masyarakat membutuhkan adanya gerakan bersama. Dengan kode khusus #BERGERAK, memudahkan interaksi bagi para pecandu literasi dalam mengirimkan paket buku dan dapat menjalin relasi persaudaraan bagi pegiat literasi yang baru pertama kali bertemu. Pemerintah bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia telah mensuport dan memfasilitasi bagi semua pencandu literasi nusantara untuk pengiriman paket buku secara gratis pada tanggal 17 setiap bulan. Kemauan, kerja keras, pengorbanan, dan niat tulus akan membangkitkan semangat untuk melanjutkan “Gema Pencandu Literasi Zaman Now”.

Oleh: Carolus S. Waikelak

Pegiat Literasi Buku Bagi NTT

Regio Malang – Jawa Timur

 

#TBMStory2017