Judul : Sentuhan Emas
Penulis : Arleen A.
Penerbit : Bhuana Sastra
Tebal : 210 halaman
Cetak : I. 2024

Novel dengan narasi cinta jumlahnya tidak berhingga. Bahkan, cinta dengan berbagai dinamika dan dramatikanya menjadi topik yang selalu hangat untuk dibicarakan. Layaknya makanan yang baru dimasak dan disajikan dalam keadaan hangat. Selalu membuat pembaca ingin segera menyantapnya. Pasti nikmat rasanya. Rasanya tidak terlupakan. Tidak heran jika cinta dalam novel selalu menjadi daya tarik utama orang ingin membacanya. Sebelum kemudian menikmati, meresapi, dan merelasikannya dengan pengalaman hidupnya sendiri. Tentu saja, pengalaman cinta pribadi pembaca yang kemudian dijadikan modal utama untuk memaknai kenimatan dan pemaknaan cinta atas novel yang dibacanya. Novel bersuasana cinta pun selalu disukai pembaca. Tidak heran jika jumlahnya bertaburan di rak-rak toko buku. Selalu hidup dalam setiap zamannya.

Misalnya, dalam putaran masa kerajaan, kita bisa membaca cerita rakyat Roro Jonggrang dengan Bandung Bandawasa. Cinta dalam latar belakang kekuasaan dan mistik yang berakhir dengan tragis dengan diprasastikan dalam arca dan artefak lainnya. Dalam khasanah sastra klasik luar negeri ada Romeo and Juliet yang menarasikan cinta dalam latar belakang pertentangan dua keluarga yang bersaing bisnis besarnya. Kisah cinta yang berakhir tragis dengan kematian Romeo dan Juliet yang kemudian menyadarkan kesalahan dan menyatukan dua keluarga tersebut.

Ada juga novel angkatan Balai Pustaka Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan Takdir Alisjahbana yang menarasikan latar belakang cinta dalam konteks pertentangan kelas ekonomi dan kebangsawanan keluarga. Cinta dalam novel ini pun berakhir tragis dengan tak disatukannya cinta Yasin dan Molek karena perbedaan status sosial dan ekonomi. Dan yang terbaru, yang relevan dengan generasi saat ini adalah novel Rapijali karya Dewi Lestari yang menarasikan dramatika cinta anak-anak muda saat ini dalam bingkai politik dan keluarga yang bisa didamaikan dengan cinta tokoh-tokohnya Ping, Rakai, Oding, Jemi, Ardi, Guntur, dan lain-lain yang menemukan cinta idamannya.

Ya, apapun narasinya, setiap novel yang mengangkat cinta selalu akan dibangun latar belakang yang kemudian menjadi sumber dramatikanya. Salah satunya novel Sentuhan Emas karya Arleen A. yang diterbitkan oleh Bhuana Sastra. Novel ini juga menyajikan cinta yang unik yang akan kita bahas dari aspek latar belakang dramatika cintanya.

Sebelum kita bahas salah satu pertanyaan yang perlu diajukan ketika hendak membaca novel bertema cinta adalah: latar belakang cinta seperti apa yang disajikan dalam novel ini? Kenapa harus dengan pertanyaan ini? Sebabnya sederhana saja, yang membedakan antara satu novel cinta dengan novel cinta lainnya adalah latar belakang cinta yang membangung dramatika dalam setiap peristiwa yang dinarasikan.

Dalam kasus novel Sentuhan Emas karya Arleen A. narasi latar belakang problematikanya adalah bisnis dan kriminal. Bisnis penjualan emas palsu yang melibatkan Qadira, tokoh utama yang menjalin cinta dengan Vance, anggota departemen yang bertugas memberantas skandal bisnis emas palsu. Qadira dan Vance terlibat dalam kisah asmara dalam pusara konflik dua organisasi yang berseteru, yaitu OSS (Oronin Secret Society) organisasi pembuat emas palsu dan penjualannya yang dipimpin oleh Palden atau Robert Henderson dengan Nuala dengan Departemen Pemerintah yang dipimpin oleh Sage dengan salah satu anggotanya Vance, kekasih Qadira.

Vance tidak tahu kalau Qadira, kekasihnya merupakan keturunan oronian yang bisa mengubah benda menjadi emas melalui kekuatan istimewanya, tentu saja emas hasil ubahannya adalah palsu. Sedangkan Vance sendiri merupakan keturunan Tenuan yang bisa membedakan emas asli dan emas palsu. Dalam kenyataan inilah cinta keduanya berpolemik dalam dramatika yang krusial. Keduanya tersengkarut dalam konflik kepentingan organisasinya. Saling memanfaatkan untuk menjadi mata-mata. Saling menyalahkan. Saling bertengkar demi kepentingan organisasinya masing-masing. Ujungnya adalah kegagalan keduanya berperan penting untuk organisasinya masing-masing.

Puncaknya adalah keduanya pun dipecat dan usir oleh organisasinya masing-masing. Dalam kondisi demikian, keduanya pun mengungkapkan saling kecewanya karena merasa dibohongi dan dikhianati. Keduanya pun berpisah dalam beberapa tahun. Tapi, saat keduanya dalam keadaan terpisah, Vance dan Qadira menyadari betapa cinta mereka telah mengakar kuat. Kesendirian memberikan ruang untuk merenungkan cinta dan rasa kehilangan yang perih, terutama Vance. Vance menyadari kesalahannya dan kemudian bersikap kesatria untuk mendatangi Qadira dan meminta maaf. Tentu saja, Qadira juga memaafkannya dan cinta keduanya mampu melampaui dramtika latar belakang organisasi yang telah membuat keduanya berseteru.

Inilah cinta dengan latar belakang dramatikanya. Dengan mengambil hipogram mitologi Yunani Raja Midasia yang bisa mengubah segala benda yang disentuhnya menjadi emas menjadi inspirasi dramatika novel ini. Midasia diturunkan melalui Qadira dengan organisasi ilegalnya. Kemampuan yang disalah gunakan untuk kepentingan kejahatan yang diselamatkan oleh cinta. Cinta menjadi dunia penyelamat dalam kesalahan keturunan mitologi yang misterius. Cinta pun jadi ruang dramtika yang khas anak muda dalam memperjuangkan obsesi, mimpi, hingga karir dan masa depan. Dan seperti novel cinta lainnya yang memiliki pola sama, lagi-lagi apapun persoalannya cinta kembali mengantarkan Qadira dan Vance untuk menemukan dunia penyatuanya, sekalipun dengan jalan harus mengorbankan karirnya yang menjanjikan.

Inilah cinta. Ceritanya tiada ada akhirnya. Selalu menarik untuk diceritakan karena ada dramatika yang melatarbelakanginya. Dramatika yang membuat kita banyak belajar untuk merelasikan dan memaknai cinta dalam hidup kita sebagai pembaca. Inilah kekayaan novel cinta novel Sentuhan Emas karya Arleen A.

*Litbang Forum TBM