Oleh. Nita Juniarti

Identitas Buku:
Judul Buku: Apel Emas
Penulis: Tere Liye
Ilustrasi : Indra Bayu
Tebal Buku: 72 halaman, 30 cm
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2021
Kota Terbit : Jakarta

Ada kerja keras, ada pula anugerah yang bumi berikan, begitulah bagaimana akhirnya apel emas muncul di lembah bukhara.

Buku yang ditulis oleh Tere Liye ini berkisah tentang Lembah Bukhara. Cerita yang dimulai dengan munculnya dua orang yang menjelajah lembah Bukhara, kemudian mendirikan rumah, beranak pinak, namun makin hari, makin banyak yang datang hingga kebutuhan makin banyak, pohon ditebang makin banyak, alam dieksploitasi makin luas. Hingga, makin hari keadaan Bukhara makin tidak membaik. Di mulai dari lubang kecil akibat mengeruk tanah, menanam kopi, karet, teh dan lain-lain. Lalu, mulai membuka pabrik, akibatnya alam jadi tercemar, tidak ada ikan, udara segar lagi di Bukhara. Namun, tidak berhenti di situ, kembali minyak, emas dikeruk di lembah Bukhara, meninggalkan lubang besar. Bumi termangu, semua yang alam sediakan membuat manusia puas tak puas. Lembah Bukhara, hancur lebur, orang-orang mulai pindah membuka tempat baru. Bukhara semakin parah, tidak ada masa depan di sana. Bumi diam, tidak membantu hingga akhirnya muncul Alim Khan. Kemunculannya dan kerja keras untuk kembali ke alam di mulai, namun tidak mudah, bumi hanya menonton dan sudah menyerah pada keserakahan manusia. Berkali-kali mencoba, akhirnya Alim Khan dapat mengembalikan lembah Bukhara dan akhirnya lembah Bukhara tumbuh apel emas sebagai hadiah bumi pada ketegugan Alim Khan

Buku ini, menawarkan solusi untuk mencegah bumi jadi seperti lembah Bukhara, misalnya dengan gerakan menanam kembali pohon (Halaman 62-663) meski akhirnya gagal. Namun tidak menyerah hingga akhirnya lembah Bukhara kembali subur dengan rumah panggung dari kayu serta hidup berdampingan dengan alam. Setelah membaca buku ini, di rumah kami mulai berfikir untuk mengurangi pemakaian barang-barang sekali pakai, melatih rasa cukup dalam diri, agar bumi tetap selamat. Buku ini seperti dongeng tapi mengandung banyak kebenaran dan riset.